Cowboys in paradise Bali

Posted by Yushar PutraBone on Jumat, 30 April 2010 , under | comments (0)



Maraknya berita yang yang beredar di berbagai media, tentang kehidupan gigolo di kawasan wisata pulau bali.
Hal itu membuat resah sebagian warga bali terutama yang kesehariannya bekerja di kawasan wisata tersebut. Memang sih klo menurut pengamatan saya di bali tidak bisa di pungkiri akan adanya Cowboys alias gigolo, namun beberapa yang keberatan terutama pemeran di film cowboys in paradise tersebut.

dan memang bener sih tidak bermoral lah menayangkan video tersebut ke orang banyak, dan denger2 film itu digarap di tahun 2007, lama banget yah baru tenar...


JUPE & MARIA EVA MARAH

Posted by Yushar PutraBone on Sabtu, 24 April 2010 , under | comments (0)



(Pos Kota) – Usulan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi soal penambahan syarat tidak cacat moral pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bikin blingsatan beberapa selebriti untuk maju ke gelanggang pemilu kepala daerah.
Usulan itu dituding bermaksud menjegal selebriti, terutrama yang pernah memiliki track record bermain film syur. Namun Gamawan membantah. “Oh, tidak. (Kalau demikian), nanti Jupe dan Maria Eva marah sama saya,” ujar mendagri sambil tertawa, kemarin.
Dia menegaskan  usulan tidak cacat moral tidak melulu berkaitan dengan zinah. “Ini juga termasuk pengguna narkotika, pemabuk, dan penjudi,” ungkapnya.
Usulan itu  ditanggapi pengamat politik Denny JA sebagai sesuatu yang berlebihan dan melanggar HAM. Menurut Denny biar masyarakat yang menilai, seperti halnya di Amerika Serikat (AS).
Namun, Mendagri Gamawan Fuazi menilai Denny lebay jika membandingkan Pilkada di Indonesia dengan AS. “Denny yang berlatarbelakang pendidikan di AS, coba mengadopsi pengalamannya untuk Indonesia. Sementara saya mengadopsi berdasar nilai-nilai yang saya anut mulai kecil hingga menjadi bupati dan gubernur di Sumatera Barat,” cetus Gamawan.
MASA LALU
Menurut Maria Eva, Mendagri terlalu berlebihan. “Usulan Pak Menteri itu terlalu berlebihan,” katanya.
“Semua orang punya masa lalu. Kenapa masa lalu harus terus diungkit-ungkit,” tambahnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Julia Perez. Terkait foto seronok dan aksi vulgarnya, artis yang akrab disapa Jupe itu, tak ingin diungkit lagi. menurutnya foto seronok dan goyangan erotisnya itu merupakan masa lalu.
Jupe juga menanggapi rencana adanya aturan dari Mendagri yang menyatakan seorang Calon Kepala Daerah maupun Wakilnya tak boleh memiliki cacat moral atau melakukan perbuatan asusila lainnya.
“Aku tak merasa berzina dan melakukan perbuatan tidak bermoral,” tutur Jupe. “Undang-undang tidak boleh berlaku surut. Jadi kalau pun kemarin-kemarin aku pakai baju seksi, ya nggak bisa dijerat sekarang,” pungkasnya.

Handphone QWERTY Buatan lokal

Posted by Yushar PutraBone on Senin, 19 April 2010 , under | comments (0)




teman teman, apa anda sudah tau bahwa beberapa hari yang lalu telah launching handphone made in lokal alias buatan indonesia... yaitu G-Mobile
Lumayan juga sih, selain keypad qwerty yang ditampilkan dan desain yang menarik, Handphone ini juga dilengkapi dengan Radio FM dengan Antenna terintegrasi... WOOOW>>> Hebatt...

Tapi.. Ada juga kelemahan dari seri HP ini, meskipun sudah support GPRS/WAP namun tipe ini belum bisa support JAVA men,, G-Mobile di keluarkan dengan harga yg relatif terjangkau yaitu Rp 399,000 tipe GS35 dan Rp 569,000 untuk type GS38.

Tapi patut dibanggakan karena ini hasil jerih payah Negeri sendiri
I Love Indonesia

Teman teman, Jadi tunggu apa lagi Buruan Beli... Okeyyy

untuk info selengkapnya silahkan klik di sini







Ilmuwan Pecahkan Misteri Ular Kobra yang Selalu Melebarkan Leher

Posted by Yushar PutraBone on Sabtu, 17 April 2010 , under | comments (0)




TEMPO Interaktif, Washington -Para ilmuwan berhasil memecahkan teka-teki mekanisme melebarnya leher ular kobra yang biasa ditunjukkan ular jenis ini untuk mempertahankan diri.

Dengan mengukur aktivitas listrik otot, para ahli menemukan kelompok otot yang dipakai oleh ular-ular kobra untuk menaikkan dan melebarkan leher.

"Tindakan defensif ini adalah salah satu teka-teki dalam biologi," kata Kenneth Kardong, profesor Washington State University yang ikut dalam penelitian ini.

Ia menjelaskan untuk melebarkan leher ini, ular kobra mengerahkan tulang rusuk dan delapan otot leher. "Kami ingin tahu bagaimana ular kobra memanfaatkan tulang rusuk, sehingga kepala dan leher menjadi tipis dan lebar," kata Kardong.

Untuk menjawab pertanyaan itu, para peneliti mengukur kegiatan listrik dari semua otot di bagian leher ular kobra. Pengukuran dilakukan dengan menanam beberapa elektroda mini ke otot leher ular kobra.

Bruce Young dari University of Massachusetts Lowell yang ambil bagian dalam penelitian ini mengatakan operasi cangkok elektroda ini adalah tahapan yang paling berbahaya. "Operasi ini dilakukan di bagian kepala, dan ular ini sewaktu-waktu bisa tersadar dari pembiusan," kata Young.

Begitu operasi selesai, ular kobra tersebut dilepas dan semua kegiatan otot di bagian leher bisa dipantau.

Para ahli kemudian menemukan delapan otot yang dipakai kobra untuk menipiskan dan melebarkan leher.

Young mengatakan ular kobra bukan satu-satunya jenis ular yang menggunakan

Related Posts with Thumbnails